Share It

20 Juni 2011

PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENINGKATAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA DENGAN PARTUS SPONTAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air susu ibu (ASI) adalah cairan kehidupan terbaik yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang bayi dan sesuai dengan kebutuhannya. ASI merupakan makanan yang terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada anak yang baru dilahirkan. Selain komposisinya sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang berubah sesuai kebutuhan, ASI juga mengandung zat pelindung yang dapat menghindarkan bayi dari berbagai penyakit. Banyaknya manfaat dan pentingnya ASI, maka seorang ibu dan tenaga kesehatan harus memperhatikan kecukupan ASI pada bayi. Oleh karena itu, disini peran seorang ibu harus dipersiapkan sebaik mungkin pada proses laktasi baik pada masa prenatal maupun pada masa post natal. Salah satunya adalah melakukan perawatan payudara pada ibu nifas untuk memperlancar laktasi (Ambarwati dan wulandari, 2008).
Laktasi atau menyusui terjadi dibawah pengaruh berbagai kelenjar endokrin, terutama hormon-hormon hipofisis yaitu prolaktin dan oksitosin. Hubungan yang utuh antara hipotalamus dan hipofisis akan mengatur kadar prolaktin dan oksitosin dalam darah. Produksi ASI dapat meningkat atau menurun tergantung pada stimulasi pada kelenjar payudara terutama pada minggu pertama laktasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI antara lain faktor makanan ibu, faktor isapan bayi, frekuensi menyusui, riwayat penyakit, faktor psikologis, berat badan lahir, jenis persalinan, umur kehamilan saat melahirkan, konsumsi rokok, konsumsi alkohol, cara menyusui yang tidak tepat, rawat gabung dan perawatan payudara (Soetjiningsih, 2007).
Perawatan payudara masa menyusui adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan teratur untuk memelihara kesehatan payudara saat menyusui. Perawatan payudara yang baik dan benar memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan produksi ASI. Selain memaksimalkan produksi ASI eksklusif, perawatan payudara yang baik dan benar dapat menghindarkan ibu dari bahaya pembengkakan payudara dan saluran ASI tersumbat (Hanafiah, 2004).
Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut : untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi, untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet, untuk menonjolkan puting susu. menjaga bentuk buah dada tetap bagus, untuk mencegah terjadinya penyumbatan, untuk memperbanyak produksi ASI dan mengetahui adanya kelainan. Pelaksanaan perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungkin yaitu 1- 2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari. Perawatan payudara yang dilakukan meliputi pengurutan payudara, pengosongan payudara, pengompresan payudara dan perawatan puting susu. Dengan perawatan payudara pada ibu nifas yang baik maka laktasi akan lancar, sehingga akan memberikan kecukupan ASI pada bayi yang baru dilahirkan. Faktor-faktor yang menyebabkan ibu tidak melakukan perawatan payudara adalah kurangnya informasi yang didapat dari tenaga kesehatan, adanya rasa takut dan malas serta ketidak ketersediaan waktu untuk melakukan perawatan payudara selama masa menyusui (Huliana, 2003).
Hasil penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh perawatan payudara terhadap produksi ASI, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Hidayati di RSUP Haji Adam Malik Medan tahuan 2008. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hampir seluruh terjadi peningkatan produksi asi setelah dilakukan perawatan payudara ibu post partum yaitu 12 orang (80%) dari 15 sampel yang dipergunakan. Dari hasil perhitungan statistik didapatkan hasil ada pengaruh yang signifikan antara inisiasi menyusu dini dengan kecepatan involusi uteri dengan P <0,5 (p =0,002).
Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2005-2006 hanya ada empat persen bayi yang mendapat ASI dalam satu jam kelahirannya. Salah satu alasan tidak diberikannya ASI pada bayi adalah para ibu menyusui merasa bahwa ASI yang dikeluarkanya kurang untuk kebutuhan bayi. Hal tersebut juga diikuti dengan ibu post partum yang melakukan perawatan payudara secara khusus yang bertujuan untuk memaksimalkan agar ASI yang keluar dapat maskimal belum sepenuhnya dilakukan, sehingga kuantitas ASI yang dikeluarkanpun tidak dapat maksimal (Daulat, 2006).
Dari study pendahuluan yang dilakukan penulis pada bulan Oktober 2010 di RSU Bakti Rahayu terhadap 15 ibu post partum spontan pervaginam setelah 12 jam melalui wawancara didapatkan hasil sebanyak 12 orang (80%) tidak melakukan perawatan payudara. Data yang didapatkan di RSU Bakti Rahayu pada bulan Oktober sampai Desember 2010 ditemukan 15 orang ibu post partum mengalami masalah-masalah dalam menyusui antara lain : puting susu datar atau terbenam sebanyak 2 orang (13,3%), puting susu lecet sebanyak 8 orang (53,3%), payudara bengkak sebanyak 1 orang (6,7%), saluran susu tersumbat sebanyak 2 orang (13,3%) dan mastitis sebanyak 2 orang (13,3%).
Sebagai seorang tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya masalah dalam menyusui, maka harus benar-benar memperhatikan betapa pentingnya perawatan payudara untuk mempelancar produksi ASI. Perawatan payudara bisa dilakukan secara teratur 2 kali sehari selama + 15 menit yaitu pagi dan sore sebelum mandi, menjaga kebersihan payudara, menggunakan BH yang menyokong payudara, perawatan payudara dihentikan apabila ibu merasa nyeri Andriani, (2006).
Menurut Ambarwati dan wulandari, (2008) banyak hal yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Perawatan payudara bermanfaat merangsang payudara sehingga mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin dimana kedua hormon ini sangat berpengaruh terhadap pengeluaran dan produksi ASI (Soetjiningsih, 2007).
Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis tertarik untuk meneliti tentang Pengaruh perawatan payudara terhadap peningkatan pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Primipara dengan partus spontan di RSU Bakti Rahayu Denpasar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang peneliti uraikan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah perawatan payudara berpengaruh terhadap peningkatan pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan di RSU Bakti Rahayu Denpasar?.

C. Tujuan Penelitian
1. Umum
Mengetahui pengaruh perawatan payudara terhadap peningkatan pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan di RSU Bakti Rahayu Denpasar.
2. Khusus
a Mengidentifikasi pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan sebelum dilakukan perawatan payudara
b Mengidentifikasi pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan setelah dilakukan perawatan payudara
c Menganalisis pengaruh perawatan payudara terhadap peningkatan pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan sebelum dan setelah dilakukan perawatan payudara.

D. Manfaat penelitian
1. Secara Teoritis
a. Bagi Praktik Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan informasi dan masukan bagi perawat terutama perawat maternitas untuk menerapkan perawatan payudara post partum dalam asuhan keperawatan maternitas.
b. Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi bagi tenaga pendidik keperawatan khususnya dalam bidang keperawatan maternitas untuk menambah pengetahuan peserta didik tentang pengaruh perawatan payudara terhadap peningkatan pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan.
c. Bagi penelitian keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan informasi dan sebagai bahan acuan bagi penelitian berikutnya dengan ruang lingkup yang sama.
2. Secara Praktis
Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Rumah Sakit, Bidan Praktek Swasta, klinik bersalin dan khususnya RSU Bakti Rahayu Denpasar dalam menerapkan perawatan payudara post partum untuk peningkatan pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan.

E. Keaslian Penelitian
Penelitian tentang pengaruh perawatan payudara terhadap peningkatan pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara dengan partus spontan belum pernah dilakukan sebelumnya di RSU Bakti Rahayu, sehingga keaslian dari penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan. Adapun penelitian yang sudah pernah dilakukan dan sejenis dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Hidayati di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2008 yang meneliti tentang pengaruh perawatan payudara terhadap produksi ASI ibu post partum. Berdasarkan hasil uji didapatkan hasil P = 0,003 karena nilai P dengan taraf kesalahan 0.05 lebih kecil maka disimpulkan H0 ditolak, berarti pengaruh perawatan payudara terhadap produksi ASI ibu post partum, Yang membedakan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sampel penelitian dimana penelitian yang dilakukan oleh Hidayati menggunakan ibu primipara dan multipara sedangkan peneliti menggunakan sampel ibu primipara saja.
Penelitian yang dilakukan oleh Arifin di BLU Rumah Sakit Daerah Cepu, Surakarta tahun 2006 yang meneliti tentang pengaruh perawatan rooming-in terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Berdasarkan hasil uji didapatkan hasil P = 0,001 karena nilai P dengan taraf kesalahan 0.05 lebih kecil maka disimpulkan H0 ditolak berarti ada pengaruh perawatan rooming-in terhadap produksi ASI pada ibu postpartum, yang membedakan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sampel penelitian dimana penelitian yang dilakukan oleh Arifin menggunakan ibu primipara dan multipara sedangkan peneliti menggunakan sampel ibu primipara saja, variabel bebas yang digunakan juga berbeda dimana pada penelitian yang peneliti lakukan variabel bebasnya perawatan payudara sedangkan sebelumnya adalah perawatan rooming-in.

Tidak ada komentar: